728x90 AdSpace

banner1
Latest News
Selasa, 01 September 2026

Ronald Sabaya Kapolsek Wenang : Lagi Ketik Laporan Untuk Pimpinan di Paripurna Saya Si Katakan Main HP


LIDIK BERITA MANADO — Sorotan terhadap Kapolsek Wenang AKP Ronald Sabaya terkait penggunaan telepon seluler saat Rapat Paripurna DPRD Kota Manado tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Manado Tahun Anggaran 2026 akhirnya mendapat jawaban langsung dari yang bersangkutan.

Di tengah pemberitaan yang menggambarkan seolah-olah dirinya sibuk bermain telepon seluler ketika rapat berlangsung, Ronald Sabaya memberikan klarifikasi. Ia membantah anggapan tersebut dan menegaskan bahwa telepon seluler yang berada di tangannya saat itu digunakan untuk kepentingan kedinasan.

Ronald menyebut dirinya sedang mengetik dan menyusun laporan untuk disampaikan kepada Kapolres Manado. Kehadirannya dalam rapat paripurna tersebut, kata dia, bukan sebagai pribadi, melainkan menjalankan tugas kedinasan karena mewakili Kapolres Manado.

“Saya bukan bermain HP. Saat itu saya sedang mengetik laporan untuk disampaikan kepada Kapolres, karena saya hadir mewakili Kapolres Manado dalam rapat paripurna tersebut,” ujar Ronald.

Persoalan bermula dari sorotan terhadap aktivitas Ronald yang terlihat menggunakan telepon seluler ketika rapat paripurna sedang berlangsung.

Namun, menurut Ronald, apa yang terlihat dalam sebuah foto atau potongan momen tidak serta-merta menggambarkan keseluruhan aktivitas yang sedang dilakukan seseorang.

Ia menegaskan, penggunaan telepon seluler dalam forum tersebut berkaitan dengan tugas yang harus dilaporkannya kepada pimpinan.

Aktivitas itu dilakukan ketika Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, sedang menyampaikan materi dalam agenda paripurna terkait Perubahan APBD Kota Manado Tahun Anggaran 2026.

Ronald mengatakan, sebagai pejabat yang hadir mewakili Kapolres, dirinya memiliki tanggung jawab untuk mencatat informasi penting dan menyampaikannya kembali kepada pimpinan.

Dengan demikian, menurutnya, penggunaan HP dalam situasi tersebut tidak tepat jika langsung disimpulkan sebagai aktivitas bermain atau tidak memperhatikan jalannya rapat.

“Kenapa Hanya Saya yang Disorot?”
Yang menjadi pertanyaan Ronald bukan hanya soal pemberitaan mengenai dirinya, tetapi juga sudut pandang yang menurutnya tidak menggambarkan situasi secara utuh.

Ia menyebut, dalam forum yang sama terdapat sejumlah unsur Forkopimda Kota Manado yang juga terlihat menggunakan telepon seluler.

Karena itu, Ronald mempertanyakan mengapa aktivitas dirinya yang kemudian menjadi sorotan, seolah-olah dirinya sedang bermain HP dan tidak menghormati rapat paripurna.

“Terlihat juga ada beberapa Forkopimda yang menggunakan HP. Tetapi kenapa hanya saya yang diberitakan seakan-akan sedang bermain HP? Padahal saya sedang mengetik laporan untuk Kapolres karena saya mewakili beliau,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat persoalan secara berimbang. Sebab, dari sisi visual, seseorang yang menggunakan telepon seluler memang dapat menimbulkan persepsi tertentu. Namun, konteks penggunaan perangkat tersebut perlu dikonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan sebelum kesimpulan dibuat.

Ronald berharap pemberitaan mengenai dirinya tidak dibangun hanya berdasarkan satu foto atau satu momen tanpa menggali konteks di baliknya.

Menurut dia, foto hanya merekam beberapa detik dari sebuah kegiatan, sementara aktivitas seseorang dalam sebuah agenda resmi dapat berlangsung dalam rangkaian tugas yang lebih panjang.

Ia menilai penting bagi media untuk melakukan konfirmasi sehingga informasi yang disampaikan kepada publik tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Saya menghormati rapat paripurna dan seluruh pimpinan serta anggota DPRD. Kehadiran saya juga dalam rangka menjalankan tugas sebagai perwakilan Kapolres Manado,” tegasnya.

Ia kembali menekankan bahwa telepon seluler yang digunakannya bukan untuk bermain, membuka hiburan, ataupun mengabaikan agenda persidangan.

“Jadi, aktivitas saya menggunakan HP saat itu adalah untuk kepentingan kedinasan, bukan bermain HP,” sambung Ronald.

Rapat Paripurna DPRD Kota Manado mengenai Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 merupakan agenda resmi pemerintahan yang melibatkan unsur DPRD, Pemerintah Kota Manado serta Forkopimda.

Dalam konteks tersebut, kehadiran Ronald Sabaya sebagai perwakilan Kapolres Manado menjadi bagian dari tugas kedinasan.

Klarifikasi ini sekaligus membuka sisi lain dari persoalan yang sebelumnya hanya terlihat dari sudut pandang penggunaan telepon seluler.

Apakah seseorang yang terlihat memegang HP sedang bermain atau sedang menjalankan tugas, tentu tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan tampilan visual semata.

Karena itu, klarifikasi dari Ronald menjadi penting agar publik mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

Faktanya, menurut penjelasan Kapolsek Wenang, HP tersebut digunakan untuk mengetik laporan kepada Kapolres Manado karena dirinya hadir mewakili Kapolres dalam rapat paripurna.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, sorotan terhadap dirinya diharapkan tidak berkembang menjadi kesimpulan bahwa Kapolsek Wenang tidak menghormati forum resmi DPRD Kota Manado.

Ronald menegaskan, dirinya tetap menghormati seluruh rangkaian rapat paripurna dan menjalankan tugas sesuai kapasitasnya sebagai pejabat kepolisian yang hadir mewakili pimpinan.

Kini publik tinggal menilai secara objektif: apakah penggunaan HP dalam sebuah forum resmi otomatis berarti bermain HP, atau justru bisa menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kedinasan?
Next
This is the most recent post.
Posting Lama
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Ronald Sabaya Kapolsek Wenang : Lagi Ketik Laporan Untuk Pimpinan di Paripurna Saya Si Katakan Main HP Rating: 5 Reviewed By: Lidik